Pengertian Sistem Digital dan Kelebihannya

Pengertian sistem digital dan kelebihannya
Pengertian sistem digital dan kelebihannya

SISTEM DIGITAL – Kata digital kini semakin banyak digunakan. Tidak hanya di bidang komputer dan elektronika. Kini kata ini telah merambah ke hampir semua bidang kehidupan. Contohnya digital marketing. Istilah ini sebelumnya belum pernah kita dengar. Namun, akhir-akhir ini viral sebagai salah satu metode pemasaran.

Saya membahas tentang sistem digital dengan membaginya menjadi 11 materi:

  1. Pengertian Sistem Digital dan Kelebihannya (yang sedang kamu baca saat ini)
  2. Pengertian dan Macam-Macam Sistem Bilangan
  3. Cara Mengonversi Sistem Bilangan
  4. Cara Melakukan Operasi Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian dan Pembagian Bilangan Biner
  5. Cara Merepresentasikan Bilangan Biner Bertanda dengan Komplemen Pertama dan Kedua
  6. Pengertian dan Macam-Macam Gerbang Logika
  7. Pengertian dan Hukum Aljabar Boolean
  8. Cara Menyederhanakan Fungsi Boolean dengan Karnaugh Map (KMap)
  9. Cara Membuat Rangkaian Logika Ekuivalen
  10. Pengertian dan Macam-Macam Rangkaian Pengolah Data
  11. Pengertian dan Macam-Macam Rangkaian Flip-Flop

Apa sebenarnya arti dari kata digital?

Jika ditinjau dari segi bahasa, kata digital berasal dari kata digit dan digitus. Bahasa Latin yang  berarti jari tangan. Lah, kok artinya jari tangan? Asal mulanya saya sendiri kurang paham. Saya memahami ini secara sederhana saja. Jari tangan bisa digunakan untuk menghitung secara diskrit dan sesuai dengan cara kerja digital. Simpel saja.

Lalu bagaimana dengan sistem?

Secara singkat, sistem adalah kumpulan dari beberapa elemen atau komponen yang bersinergi dan beroperasi untuk menghasilkan fungsi dan tujuan tertentu. Lebih mendalam tentang sistem, akan saya bahas di artikel berikutnya.

Nah, dari ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa:

sistem digital adalah kumpulan dari beberapa elemen atau komponen yang bersinergi dan beroperasi secara diskret untuk menghasilkan fungsi atau tujuan tertentu.

Dalam beroperasi, sistem digital memanfaatkan 2 jenis kuantitas, kuantitas analog dan kuantitas digital.

Apa perbedaan kuantitas analog dan digital?

Untuk bisa membedakan 2 jenis kuantitas ini, kita harus paham dulu tentang pengertian kuantitas itu sendiri. Singkatnya begini,

Kuantitas adalah sesuatu yang terukur, termonitor, terekam, teramati, dan dapat diubah secara aritmatis.

Lalu bagaimana dengan kuantitas analog dan digital? Analog dan digital di sini adalah cara untuk menunjukkan nilai dari kuantitas itu sendiri.

Pada cara analog, kuantitas dinyatakan dalam bentuk kontinyu. Contohnya kecepatan kendaraan yang ditunjukkan oleh speedometer analog. Nilai kecepatan dinyatakan dengan angka yang ditunjuk oleh jarum speedometer yang bergerak secara kontinyu sebanding dengan kecepatan kendaraan.

Contoh speedometer analog

Contoh lain adalah termometer raksa. Pada alat ukur ini, hasil pembacaan skala tinggi raksa menyatakan nilai suhu ruangan. Ketika suhu ruangan secara perlahan berubah, ketinggian raksa akan mengikuti perubahan tersebut.

Dari dua contoh di atas dapat disimpulkan bahwa:

Kuantitas analog dapat berubah secara kontinyu pada semua rentang nilai.

Karena perubahannya yang kontinyu, seringkali muncul multitafsir dalam pembacaaan kuantitas analog. Contohnya pada spedometer analog. Kita tidak tahu secara pasti nilai nilai yang ditunjuk jarum penunjuk jika tidak menunjukkan tepat pada skala yang tersedia. Lewat berapa, kurang berapa. Sehingga masing-masing orang akan memberikan penafsiran masing-masing terhadap penunjukan tersebut. Si A mengatakan nilai kecepatannya 21 km/jam, sedangkan si B berpendapat 22 km/jam.

Sekarang kita bandingkan dengan cara digital. Pada cara ini, kuantitas diwakili oleh lambang yang disebut digit. Contohnya jam digital yang menampilkan waktu dalam digit desimal. Waktu berubah secara kontinu, tetapi tampilan jam digital berubah secara diskrit, langkah demi langkah, bisa per menit atau per detik.

Kuantitas digital dinyatakan dalam bentuk digit yang berubah secara diskrit pada rentang nilai tertentu.

Kelebihan cara digital adalah tidak adanya mutitafasir. Nilai yang ditunjukkan adalah nilai pasti, karena nilai tersebut berubah secara diskrit. Lihat saja jam digital, penunjukan jam dan menitnya dilakukan secara diskrit. Bahkan ada yang sampai detiknya juga. Ketika melihat jam digital pada gambar di bawah, semua orang akan satu jawaban dan sependapat bahwa sekarang pukul 12.08.

Contoh jam digital

Kesimpulannya:

Analog ≡ kontinu
Digital ≡ diskret (langkah demi langkah)

Interface Sistem Analog dan Digital

Bagi yang belum paham tentang interface, gampangnya begini. Interface itu sarana prasarana dalam melakukan interaksi. Contohnya keyboard pada komputer. Kita bisa berinteraksi dengan komputer melalui keyboard. Interaksinya berupa menuliskan atau mengetikkan perintah pada komputer dan lain-lain. Contohnya lagi, monitor komputer. Kita bisa memahami hasil operasi komputer melalui monitor. Interaksinya, manusia melihat hasil operasi, komputer menampilkan hasil, menu operasi dan lain-lain.

Kembali lagi ke sistem analog dan digital. Interface apa yang dibutuhkan oleh kedua jenis sistem ini?

Interface sistem analog

Kita tahu bahwa semua kuantitas fisik di alam semesta merupakan kuantitas analog. Contohnya, intensitas  cahaya, suhu, bunyi dan masih banyak yang lainnya. Kita sebagai manusia bisa menerima atau mendeteksi kuantitas fisik tersebut berkat adanya panca indera. Mata untuk melihat cahaya, telinga untuk mendengar bunyi dan seterusnya.

Nah, dalam dunia elektronika, kita mengenal device yang mampu bekerja sebagai “indera” dengan sebutan sensor. Singkatnya, sensor ini bekerja dengan cara mengubah kuantitas fisik menjadi kuantitas fisik yang lain, biasanya menjadi tegangan atau arus. Tegangan atau arus ini yang digunakan oleh sistem analog untuk diproses lebih lanjut sesuai tujuan yang diinginkan. Pemrosesan ini dilakukan oleh rangkaian analog. Penjelasan lebih lanjut tentang rangkaian analog akan saya jelaskan di artikel berikutnya.

Interface sistem digital

Kuantitas analog hasil pembacaan sensor tidak bisa langsung digunakan oleh sistem digital. Kuantitas ini harus dirubah terlebih dulu menjadi kuantitas digital.

Bagaimana cara mengubah kuantitas analog menjadi kuantitas digital?

Kuantitas analog dapat dirubah menjadi kuantitas digital dengan menggunakan perangkat pengonversi yang biasa disebut Konverter Analog-ke-Digital atau ADC (Analog-to-Digital Converter). Hasil konversi ini yang kemudian digunakan sistem digital untuk diproses, dihitung dan seterusnya. Pemrosesan kuantitas digital dilakukan oeh rangkaian digital sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Hasil pemrosesan dari rangkaian digital tidak dapat langsung diterapkan pada plant fisik karena plant fisik bersifat analog. Untuk itu, diperlukan pengonversian lagi dari kuantitas digital menjadi kuantitas analog. Pengonverisan ini dapat dilakukan dengan bantuan perangkat Konverter Digital-ke-Analog atau DAC (Digital-to-Analog Converter).

Kelebihan sistem digital

Kita tahu bahwa sistem digital merupakan pengembangan lebih lanjut dari sistem analog yang telah dibuat sebelumnya. Sudah tentu sistem ini memiliki kelebihan dibandingkan sistem analog. Berikut beberapa kelebihan sistem digital yang coba saya rangkum:

a) Penunjukan nilai dalam sistem digital lebih akurat dan tidak multitafsir

Sudah saya jelaskan di atas, penunjukan nilai secara digital dilakukan secara diskrit, langkah demi langkah, sehingga lebih akurat dan tidak menimbulkan multitafsir.

b) Sistem digital lebih mudah dirancang.

Sistem digital dapat dibentuk dari Integrated Circuit (IC) yang telah beradar begitu banyak di pasaran. Cukup dengan menentukan tujuan dan fungsi sistem yang diinginkan, kita dapat merancang sistem dengan menyesuaikan IC yang dibutuhkan.

c) Penyimpanan informasi menjadi lebih mudah.

Informasi yang dibutuhkan dapat disimpan dalam sistem digital dengan menggunakan rangkaian digital memori. Rangkaian ini mampu menampung informasi dan mempunyai kemampuan mempertahankannya selama waktu yang diperlukan.

d) Ketelitian yang lebih baik .

Tingkat ketelitian sistem digital jelas lebih baik jika dibandingkan dengan sistem analog. Dan dapat ditingkatkan dengan mudah melalui penambahan rangkaian digital.

e) Operasi dapat dibuat melalui program.

Saat ini, telah banyak IC yang dirancangan dengan menyertakan memori didalamnya. Memori ini yang dapat kita gunakan untuk menyimpan program pengoperasian yang diinginkan.

f) Rangkaian digital lebih kebal terhadap noise

Dalam sistem digital, rentang noise yang bisa ditoleransi lebih besar jika dibandingkan sistem analog. Parameter utama yang diperhatikan sistem digital adalah logika, bukan nilai pasti kuantitas. Selama noise pada kuantitas tidak merubah logika 0 (nol) menjadi 1 (satu) atau sebaliknya, maka tidak akan berpengaruh pada sistem.

Demikian penjelasan tentang pengertian teknologi digital dan kelebihannya. Semoga bermanfaat.

Materi selanjutnya: Pengertian dan Macam-Macam Sistem Bilangan

admin

Sederhana saja, yang penting bermakna dan bermanfaat.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *